Saturday, November 24, 2018

Destinasi Hutan Mangrove Di Pantai Dubibir


Pantai Dubibir saat ini menjadi perbincangan dikalangan penikmat wisata di Besuki dan sekitarnya. Pantai ini banyak menyuguhkan banyak hal. Mulai dari jalanan yang menuju ke pantai menggunakan papan  kayu (jembatan kayu),tulisan-tulisan perasaan khas anak muda,tempat duduk yang latarnya menggunakan bentuk love warna merah,dll. Dan selama kita berjalan menuju pantai,kita akan disuguhkan hutan lebat Mangrove.

 

 

Hutan lebat Mangrove bisa kita lihat dari foto ini. Dan pemandangan ini nampak kita lihat sebelum masuk lokasi. Ini hanya tampilan depannnya saja,, indah bukan?

 

 Awal masuk kita akan melihat papan kayu sepanjang kurang lebih 100 meter. Sebagai pijakan untuk sampai ke pantai

 

 Dan kalian bisa berfoto disini dengan gaya kecceh...

 Untuk belokan pertama kita akan mendapatkan latar cantik berbentuk LOVE berwarna merah. Dan ini sangat cocok buat dijadikan foto bagi kalian yang memadu kasih...

Dan latar selanjutnya akan kita lihat tulisan bernama Dubibir dengan warna-warni. 

Kurang lebih 10 meter dari latar foto dubibir,kita akan disuguhkan pemandangan indah pantai Dubibir yang cantik dan mempesona...





Bisa jalan-jalan sambil memakan cemilan disana. Ingat,jangan membuang sampah sembarangan.



Bisa naik ayunan juga disana




Pantai Dubibir berada di Desa Ketah,Kecamatan Suboh,Kab. Situbondo. Dari terminal Besuki bisa sampai 5 Km. Disana kita akan melihat pantai indah  dan juga sunset. Jngan lupa membuang sampah pada tempatnya dan membawa kamera yang bagus juga, hihihi

 


Friday, October 12, 2018

CEMBURU MENGURAS BAK MANDI




Perasaan kesalku merambah hampir ke seluruh persendianku. Aku tidak tahu, entah kenapa rasa ingin meneriaki atau mencacinya lebih mendominan. Tapi,tidak etis kan melakukan hal itu hanya untuk mencari pembelaan diri? Karena itu bukan typeku.

Aku menulis ini bukan karena sudah merasa baik,tidak. Tapi,sebagai ungkapan rasa kecewaku kepada seseorang yang mungkin sedang membacanya.

Bagaimana ya aku memulainya? Ahh,aku begitu bingung sekali. Tetapi,ini harus kulakukan agar merasa lebih lega.

Memulai dari perasaan cemburu atau bahasa bekennya Jealous. Cemburu ini salah satu sifat fitrah manusia. Hal ini karena memang tabiatnya manusia memiliki perasaan,salah satunya yang akan aku bahas adalah cemburu.



"Pernahkah nggak sih cemburu?"

Pernah. Aku pernah cemburu. Nah,cemburu memiliki dua type. Cemburu pada kebaikan dan cemburu pada kejelekan. Kalau cemburu pada kebaikan dan bisa menghasilkan keharmonisan diperbolehkan. Tetapi,jika cemburu tak berlandasan akan memicu peperangan,persaiangan,tanpa alasan dll. Kalau ini jangan ditiru. Selain bisa memecahkan juga bisa saling tidak suka dan membenci.

"Cemburu itu kata sayang"

Tentu. Ummatul mu'minin Aisyah saja bisa cemburu pada Siti Khadijah. Lalu bagaimana dengan kita yang hanya manusia akhir jaman?

Cemburu adalah kata sayang tapi juga malapetaka. Kok bisa menjadi malapetaka? Karena cemburu yang berlebihan menjadikan manusia akan bersikap posesif. Dikit-dikit dicurigai,kesana-kesini tidak boleh,dibuntuti,diintai,dijaga,bahkan bisa mengalahkan keamanan kepresidenan. Benerkan?

Pasangan juga jenuh karena ia butuh privasi yang bisa digunakan untuk berfikir,merenung,intropeksi,belajar dan hal baik lainnya. Kalau sedikit-dikit cemburu,melarang dan dibuntuti,ini bukan lagi namanya cinta atau sayang tetapi posesif dan menyalahkan aturan.

Sikap cemburu kalau bisa dijauhi. Tetapi,perlu juga dipelihara. Karena ada ungkapan "Cemburumu adalah rasa cinta dan sayangmu" maka,cemburu yang demikian harus dipelihara.

Namun,apabila cemburu pada saudara,ipar,keponakan karena melakukan percakapan,bercanda,tertawa bersama ini hal yang menurutku tidak wajar. Selain meresahkan,ini juga bisa memicu perpecahan saudara. Benerkan?

Rasa tak nyaman saat bersama akan sering kali menghantui. Jadi,cemburu seperti ini kalau bisa dijauhkan. Ya,alangkah baiknya kalau kita sering mencemburui hal baik. Semisal,pada orang yang taat beribadah,sedekah,punya anak yang sholeh dan sholehah dan pasangan yang menjaga dan sholeh/ah.
Biasanya orang pencemburuan sering sakit hati. Karena hatinya yang selalu berfikir negatif bisa mengakibatkan ketahanan tubuh menurun. Kanker liver bukan karena hanya makanannya saja yang salah tapi juga pola fikir. Salah satu pemicunya bisa dengan cemburu ini.

Orang yang memiliki perasaan cemburu mudah muram,wajahnya tak bersahabat,sering kali kesal,membenci,tak suka bahkan berakibat rambut rontok karena sering banyak fikiran.
Berapa banyak manusia berpisah karena perasaan cemburu? Cemburu bukan pada tempatnya sering kali menyapa. Ia seperti belatung,perlahan-lahan memakannya,menghabisinya bahkan menjadi parasit dalam tubuh. Betulkan?

Friday, September 28, 2018

Jangan Selalu Memberi Testimoni Pada Suami,Karena Dia bukan Customer!



Sebenarnya aku nggak mau membahas hal ini sih. Tapi,apa boleh buat. Otakku sepertinya memberikan ide untuk membuat tulisan yang mungkin bisa 'menampar' kaum istri. Ya,karena ini yang akan aku bahas.

Dewasa ini,banyak sekali para istri yang selalu memberikan testimoni kepada suaminya. Iya,hal ini sering kali kita lihat di media sosial. Apalagi kalau bukan pujian yang menurutku tidak harus dilakukan di sosial media.

"Ayah,terima kasih sudah ngasih Mama hadiah"

"Alhamdulillah, masak ayam bakar. Suami jadi suka dan lahap makannya 😘"

"Ya Allah,berikanlah suami hamba rezeki yang banyak hari ini. Semangat kerjanya suamiku"

Dan masih banyak status testimoni suami yang dilakukan istri. Tidakkah hal itu menjadi privasi saja bukan untuk jadi bahan publikasi? Paham! Itu memang hakmu. Tidak takutkah 'jika' suatu saat nanti ada pelakor dari 'list' freinds di media sosialmu yang justru menyukai suamimu?

Pertanyaan ini mungkin tidak bisa dijawab karena memang kita tidak tahu siapa saja 'orang' yang justru menyukai suamimu. Tidak mau berburuk sangka. Dan itu tidak baik. Pelakor dunia maya sangat kejam. Hanya dengan mengambil foto sudah bisa memikat dengan bacaan "semar mesem" hihi... Ngerikan!

Coba deh kita bayangkan menjadi seorang wanita yang saat ini sedang dirundung duka karena pasangannya meninggalkannya atau sering memaharinya bahkan kerap kali mabuk dan memukulinya. Lalu dia melihat status media sosialmu, kebetulan terpampang indah fotomu dan suamimu dengan caption tulisan romantis. Kira-kira apa yang dilakukan wanita tersebut? Dia merasa hatinya dipenuhi rasa kagum sekaligus iri. Dia ingin sepertimu tapi pasangannya tidak seperti pasanganmu. Dia ingin bahkan sangat!

Sekali lagi,coba kita bayangkan menjadi wanita yang 'ingin' menikah tapi belum kunjung mendapatkan pasangannya. Lantas apa yang dirasakan wanita tadi saat melihat fotomu bersama pasanganmu dengan caption yang sosweet? Dia bisa saja menangis dalam diam. Kagum. Iri. Dengki. Ingin segera dan menyegerakan agar bisa sepertimu. Tapi,ia kemudian berfikir "bisakah aku mendapatkan suami seperti si fulanah?"

Bisa pula seseorang yang kagum dengan suamimu,dia mengambil fotonya. Lalu tanpa berfikir panjang lagi,dia kemudian dengan gampang dan mudah menyihir dan membuat gila suamimu untuk mencarinya. Setelah terjadi,apa yang akan kamu lakukan?

Tidak hanya itu saja. Saat kamu menulis status kekecewaan dan kemarahanmu pada suami dan mereka yang tidak senang dengan keharmonisan keluargamu merasa bahagia. Bahkan sumpahan agar kalian segera berpisah bisa menjadi doa utama.

Silahkan. Boleh. Tidak ada yang melarang. Karena itu sudah tabiatnya wanita apabila mendapatkan sesuatu atau moment tertentu ingin sekali dibagikan pada laman media sosialnya. Tetapi,yang harus kita lakukan jangan keseringan dan melampui batas
Yang selalu ingin aku pertanyakan "Kenapa tidak saat berhubungan pasutri saja memberikan testimoni? Kan itu jauh lebih wow daripada sekedar foto,video dan caption romantis?"

Adakah yang bisa menjawab? Tentu saja ada. Mereka akan menjawab MALU.

Dijaman era millenial ini banyak orang yang tak punya malu,kok. Mereka tidak tahu apa itu privasi dan publikasi. Bagi mereka semua itu layak untuk diperbincangkan. Bisa kita lihat dilaman media sosial,banyak sekali ungkapan menyedihkan,kemarahan,umpatan yang justru mencerminkan dirimu membutuhkan perhatian. Karena seseorang yang memiliki masalah tidak akan pernah menulis status yang membuka aibnya sendiri. Di jaman now? Lihatlah,betapa banyak manusia yang tidak tahu malu mengumbar masalahnya di media sosialnya. Kalian tahu kenapa? Karena orang seperti ini tidak memiliki teman untuk diajak berbagi. Alhasil,semua permasalahannya begitu mudah kita temui di media sosialnya.

Pesan untuk istri "lebih baik kita meminta saja pada Tuhan ketika mendoakannya. Atau ucapkan secara langsung terima kasihmu pada suamimu. Hal ini lebih produktif. Selain tidak ada orang lain tahu,hubungan seperti ini justru lebih harmonis dan terjaga daripada hubungan pasangan yang selalu mengumbar keharmonisan rumah tangganya di media sosial"

Copyright ©
Karya : Nanik Puji Astutik

Sunday, September 23, 2018

Dunia Maya Hanya Negeri Dongeng?



Pemandangan alam tidak pernah berbohong. Ini salah satu karunia Tuhan yang patut kita syukuri. Berbeda dengan kehidupan manusia yang notebennya sering kali melakukan pemalsuan atau kebohongan agar dikira hidupnya sempurna dan penuh kebahagiaan.

Jika kita melihat di sosial media,sering kali kita melihat kehidupan sempurna seperti negeri dogeng. Ternyata,itu semua hanya menutupi sesuatu agar kehidupannya yang penuh masalah tertutup. Dan orang lain akan mengira "mereka bahagia"

Seorang psikolog berkata "orang yang bahagia tidak pernah mengumbar kebahagiaannya dilaman media sosialnya. Karena baginya,kebahagiaan hanya miliknya bukan milik orang lain. Dan banyak orang yang ingin terlihat bahagia dengan mengirim postingan foto dan video,ternyata mereka memiliki masalah dikehidupannya"

Tidak semua apa yang kita punya harus di pamerkan dimedia sosial. Tidak semua apa yang kita rasakan harus ditulis dimedia sosial. Dan tidak semua apa saja kegiatan kita harus di perlihatkan dimedia sosial.. Terkadang penyakit hati bermula karena musingin postingannya orang. Ini dunia maya bukan dunia nyata,jadi nikmatilah sesuai apa yang diperlukan...

Seseorang bisa melihat dan menilai dari penampilan facebook,entah itu status atau photo. Walaupun tak mengenal secara nyata, dunia maya bisa memperlihatkan karakter aslimu. Jadi hati-hatilah dalam menulis atau mengupload foto. Benar,semua itu kembali ke diri sendiri,tapi sebagian orang akan menilai seperti itu.

Aku pernah berkata seperti ini pada suami "Sayang,biarkanlah kebahagiaan dan kesedihan kita tidak perlu di umbar ke publik. Bisa jadi banyak orang tak suka apabila kita bahagia. Dan senang apabila kita sedang di rundung duka. Karena pelakor dunia maya lebih kejam daripada dunia nyata. Oleh sebab itu,tak perlu lah kita menulis apapun tentang kelebihan dan kekurangan kita. Aku tahu kamu dan kamu tahu aku. Cukuplah bahagia dan sedih itu kita yang rasa dan tahu. Karena kita menikmati itu semua sebagai bentuk Syukur kita pada Sang Pemilik Cinta"

Mungkin sesekali boleh untuk mengungkapkan rasa bahagia. Satu bulan sekali atau 2 bulan sekali. Tapi kalau setiap saat menulis status dengan rasa yang berlebihan menurutku itu tidak wajat. Semua orang kan punya hak. Apa iya kita hidup di dunia maya tanpa mau bersosialisasi ke dunia nyata? terkadang eskpetasi dunia maya tak sama dengan realita.

Hidupku Bukan Seperti Selebritis Yang Setiap Hari Harus di Update.

Aku ingin sekali menulis status atau mengeshare foto kegiatan hari ini. Namun,aku selalu berfikir "aku bukanlah selebritis yang beritanya harus di update"

Aku menghormati mereka yang setiap saat dan waktu tak mengenal pagi dan malam selalu meng-upgrade dan update status media sosialnya. Karena itu haknya. Tapi,tidak bagiku. Apapun yang aku lakukan dan rasakan hari ini tak layak orang lain tahu.


Jaman sekarang banyak orang tak tahu malu. Saat punya masalah dengan keluarga,teman,kerabat bahkan dengan pasangan,mereka tak sungkan berkata ini dan itu. Seolah-olah dirinya harus diperhatikan penuh. Menurutku,orang seperti ini butuh perhatian. Karena tak ada yang memperhatikannya,alhasil ia melampiaskan semua uneg-unegnya ke media sosial. Jadi,orang-orang sekarang tidak tahu apa itu privasi dan publikasi. Bagi mereka,semua layak untuk diungkapkan ke media sosial.

Anehnya,aku sampai bingung untuk mendeskripsikan atau menilai antara riya,ujub dan pamer! Walaupun semua itu tergantung dari niat. Seorang psikolog berkata "seseorang yang bahagia hidupnya tidak pernah ia umbar ke media sosial"

Sekali lagi,semua orang punya hak. Tak ada larangan. Tapi kalau update setiap saat menurutku ini tidak baik. Mungkin sesekali boleh. Seminggu 3 kali,kalau misalkan setiap waktu? Itu mau pamer atau bagaimana? Kalau ungkapan rasa syukur mungkin bisa lah sebulan sekali. Tapi,kalau setiap saat? Apa tujuannya? Mau pamer?

Bukannya aku merasa sudah benar. Tidak. Aku jauh dari kata pembenaran atau kebenaran. Ini hanya ungkapanku saja yang risih setiap kali melihat facebook,whatsapp,twitter dan instagram tak ada ubahnya seperti mengumbar aib sendiri.

"Terima kasih sayang,hari ini aku bahagia"

"Kamu boleh saja menghinaku hari ini..."

"Ahh,aku galau dan takut"

Tidak kah kalimat-kalimat itu kita tujukan pada seseorang yang bersangkutan tanpa harus menulis ke sosial media?

"Jangan buka facebookmu kalau misalkan kamu nggak suka sama status kami?"

Tidakkah kamu berfikir sebelum bertanya? Apa tujuanmu menulis status dan ngeshare foto? Kalau semua itu langsung ada diberanda saya? Apa itu akan menjadi pemandangan bagi saya jika tanpa sengaja saya melihat dan membaca isi captionmu? Apa tujuanmu? Mau pamer? Cari perhatian? Atau apalah?

Sekali lagi,itu hakmu. Namun,semua ini aku hanya mengungkapkan apa yang ada di fikiranku.

Perbanyaklah menulis status dan ngeshare foto di media sosial. Karena kita mati tidak hanya tinggal nama tapi juga data. Tapi,semoga data kita lebih menambah kebaikan bukan keburukan.

Jadikan media sosialmu bukan ajang pamer,umpatan kasar dan menebar kebencian. Tapi,jadikan ia sebagai ladang pahala. Sosial media hanya dunia maya yang tak tersentuh. Ia fana dan bisa jadi kita lebih banya bersosialisasi di dunia maya daripada dunia nyata.

So,berhati-hatilah...

Nanik Puji Astutik


Monday, September 17, 2018

Aku Mencoba Bertahan,Walaupun Hatiku Masih Perih.



Hembusan nafas itu mengiringi kegiatanku di sore hari. Dadaku terasa sesak dengan nafas yang masih tercekat ditenggorokan. Aku bukannya lemah. Tapi,aku terlalu lelah. Itu saja!

Aku selalu diam dan mencoba berfikir sendiri. Mungkin orang lain akan menyerah,tapi tidak bagiku. Aku akan menyelesaikan semuanya seperti aku mengerjakan matematika.

Perkara,semuanya akan berakhir. Aku akan memilih tetap diam. Aku terlalu malas untuk berbicara dan pada akhirnya tidak ada orang yang akan memahamiku.

Kesakitan. Kesedihan. Air mata. Dan kepiluan sudah aku rasakan sejak itu. Sekali lagi,aku kembali mengalah.

Perasaan itu selalu menyapa saat aku ingin sekali melupakannya. Namun,hatiku kembali merasakan sedih yang teramat saat adegan itu melintas dibenakku,seperti roll dalam film.

Bukannya aku terlalu dini untuk merasakan sakit? Sedangkan aku baru saja menjalin hubungan yang baik dengannya. Kenapa harus perasaan sakit ini yang kualami? Tidakkah ini menyakitkan?

"Lupakan saja semua itu"

Aku selalu mensugestikan diriku agar lebih baik. Nyatanya tidak begitu. Hatiku terlalu rapuh untuk kembali seperti semula.

Oke,mungkin orang lain mengatakan bahwa aku munafik. Biarlah,aku tidak pernah memusingkan penilaian orang. Bagiku,itu tidak penting. Karena apapun yang mereka lihat dan nilai tidak sesuai dengan yang aku lakukan dan rasakan.

Biarlah,aku akan tetap bertahan dalam kepiluan dan kesakitan ini. Aku akan tetap berada disini. Aku tidak peduli,orang lain akan mengatakan 'dasar bodoh'. Tidak tahukah,bahwa aku memang bodoh bahkan sedikit gila.

"Jangan terlalu lama memikirkannya"

Aku ingin tertawa dan mengatakan pada dunia "hey! Aku sedang kalut. Bisakah kau memberikan aku hiburan selain perkataan yang menyakitkan!" sekali lagi,tak akan ada orang yang bisa memahami atau mengerti tentangku. Miris,bukan?

Setidaknya aku pernah mengalami dilema ini. Aku bisa belajar darinya untuk bersikap dewasa. Masalah itu datang akan mengajarkan kita belajar untuk menjadi dewasa,bukan? Bukan dewasa sebelum waktunya. Lalu melakukan adegan-adegan erotis. Bukan seperti itu. Tapi,dewasa yang dimaksud adalah dengan sikap dan bertingkah laku.

Ya,walaupun awalnya terasa sulit untuk bisa menyelesaikannya. Tapi,aku bisa bertahan disini. Tetap menjalani hidupku meskipun dirundung duka. Hahahaha...

Ahh,ternyata aku bisa berfikiran seperti ini. Lucu sekali. Kalian fikir ini curahanku? Salah! Ini bukanlah kisahku. Aku tidak memiliki kisah yang bisa kutuliskan. Kisahku terlalu hambar untuk ditulis. Jadi,ini hanya cerita dari sahabatku yang kebetulan curhat. Aku menyimpulkan untuk menjadi dirinya. Ternyata tak mengenakkan!

Salam manis dari blogger kecceh..

Jangan baper ya!

Sunday, November 12, 2017

Ayah,Ajarkan Aku sekuat Dirimu







Ayah...
Ku lihat kau berdoa dan menangis
Ku dengar tangisanmu sesegukkan

Ayah..
Apa yang kau tangisi?
Apa yang kau Doakan?

Ayah..
Apakah aku Nakal?
Apakah aku menyusahkan mu?
Apakah aku pernah menyakiti hati mu?

Ayah...
Ku ingin memelukmu
ku ingin mencurahkan isi hatiku
ku ingin mengatakan aku mencintaimu

Ayah,Tapi....
Aku malu
Aku takut
Aku tidak berani untuk mengatakannya

Ayah..
Saat malam tiba dan kau tertidur
Aku terbangun dan melihat wajahmu
Keningmu mulai mengerut
Rambutmu mulai beruban
Nafasmu terengah-engah

Ayah...
Aku menitikan air mataku
Aku menangis
Aku takut
Aku kalut

Cintamu sungguh besar Ayah.
Tanganmu yang kasar itu dulu pernah memeluk ku,menggenggam tangan ku dan menggendongku

Tapi,Ayah tanganmu kini mulai kasar dan rapuh..
Tak dapat lagi ku rasakan tangan hangat mu menggenggam tanganku.
Ayah,kau lah segalanya bagiku.
Cinta dan kasih mu menjadi candu dalam hatiku.


Ayah...

ku dengar,kau menangis tadi saat bermunajat pada sang maha pencipta. ayah kenapa? apakah kau baik-baik saja? mungkin begitu berat beban yang kau pikul sehingga ku dengar tangisanmu begitu memilukan.

Ayah...
aku berharap kau cepat sembuh,sembuh dan sehat seperti dulu. jangan pikirkan aku ayah,aku baik-baik saja. ku dengar kau mengeluh pada ibu tentang kepalamu yang akhir-akhir ini pusing. ku dengar kalian berdua menangis dikamar.






Thursday, November 9, 2017

MENJAGA ITU SULIT





Di tulis oleh Nanik Puji Astutik

Saat aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP),banyak problematika yang aku hadapi. Terutama menghadapi karekter teman-teman yang baru kutemui. Sering kali aku juga dijadikan bahan lelucon karena dikira tidak pernah nyambung (telmi). Banyak orang yang tidak tahu,termasuk orang tuaku. Aku hanya tersenyum menanggapi hal itu. Pernah juga aku menangis saat pulang sekolah karena di bully dengan perkataan yang menyakitkan. Aku paham,mungkin niatnya hanya ingin bercanda. Tapi bercanda yang seperti itu membuatku tidak pernah percaya diri.

Sejak aku masuk SMP,aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Aku selalu bersyukur saat ini karena belum pernah merasakan cinta sesaat yang begitu di sanjung oleh kebanyakan orang. Aku masih ingat,kala itu masih tahun 2006. Dan aku lulus tahun 2007. Salah satu temanku pernah bertanya "Nanik,kamu pernah ciuman nggak?" dengan penuh percaya diri aku menjawab pernah. Alasanku berbohong karena tidak ingin menjadi bahan lelucon yang menyakitkan. Tapi aku bersyukur masih memiliki sahabat yang tak pernah meninggalkanku hingga sekarang. Dia bernama Indah Puspitasari. Sampai saat ini,aku selalu bermain sama dia walaupun kita sudah sama-sama dewasa. Mengenang masa SMP dulu membuatku selalu merasa sedih. Aku selalu berharap,kelak anakku tidak akan pernah mendapatkan perlakukan yang sama. Karena apabila itu terjadi,aku tidak tahu akan menjadi apa anakku. Masa-masa SMP ku saja masih jarang ponsel canggih sudah seperti itu,apalagi 15 tahun kemudian?

Saat masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),aku termasuk salah satu perempuan di kelas yang tidak pernah pacaran. Niatku sejak awal sekolah karena ingin mencari ilmu bukan pacar. Jika yang lainnya begitu sibuk mengurusi dan menangisi pacarnya,apalah dayaku yang hanya menjadi pendengar.

"Mungkin karena kamu nggak laku"

"Mungkin waktu itu kamu jelek"

"Mungkin kamu menjadi wanita sok-sokan"

"Mungkin kamu kayak laki"


Itu pernyataan tidak ada yang benar sama sekali. Sejak jaman FREINDSTER meraja lela hingga boomingnya Facebook, aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran.

"Kenapa bisa menikah?"

Aku kenal dengan suami lewat facebook. Karena kita punya visi dan misi yang sama,Alhamdulillah,dua kali bertemu langsung menikah.

Sungguh sulit menjaga diri dikala yang lain begitu terlena dengan dunianya. Aku juga pernah nakal,tapi nakalku hanya main band. Itupun semuanya perempuan. Aku juga nggak sebaik itu. Tapi karena dari proses itulah aku menjadi sekarang.

Aku tak pernah menyalahkan pergaulan anak sekarang yang begitu miris. Tapi alangkah baiknya mari sama-sama menjaga diri.

Hasilnya dari proses tanpa pacaran itu,aku bisa manen sekarang. Aku begitu bahagia dengan pernikahanku. "Jangan memanen sebelum waktunya". Kata-kata ini selalu aku pegang hingga sekarang. Akan kuberikan nasehat ini pada anak-anakku dan adik-adikku.

Sudahkah kamu menjaga atau justru sudah memanen sebelum waktunya?

Saturday, October 14, 2017

Aku Si Warna Abu-abu




Aku adalah sesosok abu-abu yang sedang dalam kegundahan mencari sinar yang terang. Sebuah warna campuran putih dan hitam yang menghasilkan warna kontras. Seperti itulah diriku,warna yang tidak jelas.
Aku yang serba salah dalam menghadapi semuanya. Aku yang selalu di salahkan dalam situasi apapun,aku yang selalu menjadi pesakitan dikala semuanya menyalahkanku.

Aku ini siapa? Terkadang aku bertanya seperti itu. Pertanyaan bodoh yang tak bisa kujawab sendiri. Andai saja orang lain memahami situasi ini,apakah mereka akan tetap menyalahkanku?

Mungkin karena sudah kebal dengan masalah yang selalu datang bertubi-tubi,pesakitan yang belum berakhir dan sakit batin yang belum sembuh membuatku belajar untuk mulai tenang. Karena aku percaya di balik kesusahan pasti ada kebahagiaan. Itu yang aku pegang,aku percaya Allah selalu memberiku jalan. Ada kanan dan ada kiri,ada hal baik dan ada hal buruk agar kita pintar menyikapi semuanya.

Terima kasih sudah membuatku seperti ini,kau sangat baik dan telah mengajariku banyak hal. Aku jadi teringat sebuah nasehat dari seorang sahabat "mereka tidak memahamimu maka kamu harus memahami mereka,kuncinya hanya itu agar kamu mulai tenang"

Tak ada yang indah di dunia ini kecuali kita mensyukuri. Kehidupan didunia ini mengajarkan kita banyak hal, Pesakitan,kekecewaan,air mata,kesedihan dan kebahagiaan. Namun apakah kita bersyukur kala kehidupan kita jauh dari kata 'layak'? Memandang orang yang dibawah kita begitu rendah,meremehkan orang lain dan membandingkan dengan hidup kita? Bukankah itu perbuatan tidak terpuji? Lalu,apakah dengan memandang orang lain dengan meremehkan akan membuatmu menjadi manusia seperti dewa? Tidak,justru karena keangkuhanmu lah yang membuatmu jauh lebih hina.

Musibah yang datang memberikanku banyak hikmah untuk menata kembali kehidupanku dimasa yang akan datang.

Tanggapilah dengan sebuah senyuman yang terindah di balik pesakitan yang sudah kau rasakan. Rasanya memang sakit,bahkan sakitnya tak bisa di lukiskan dengan apapun. Tapi,ketahuilah disana ada kekuatan cinta yang tak di sadari oleh mereka yang telah mendzolimimu.