Monday, April 20, 2020
Ku Panggil Namamu Kenzi
MashaaAllah Tabbarrakallah....
Entah darimana nama itu kusematkan padamu. Jujur saja,masih banyak nama lain yang lebih bagus dan indah daripada itu. Tapi,Nama Kenzi mengandung makna yang memiliki arti “pemimpin yang baik dan bijaksana”. Aku berharap,kamu sebaik apa yang kupanggil untukmu. Menjadi lelaki yang tidak hanya baik,namun juga jujur,memiliki hati mulia dan bermanfaat bagi orang lain.
Kamu tahu,Nak. Tidak hanya ada nama “Kenzi” saja yang menjadi patokan. Nama panjangmu juga memiliki arti yang membuatku berharap kamu seperti apa yang kuberi ini untukmu.
Kamu harus tahu,Nak. Nama “Ath-Thabrani” selanjutnya memiliki arti yang sangat indah dan doa untukmu. “Ahli Hadits”, salah satu Imam besar dan ahli Hadits yang umat Islam kenal sebagai pemuka ahli Hadits. Aku ingin kamu seperti apa yang diharapkan. Menjadi lelaki yang selalu mengingat Sang Pencipta agar terus bersyukur,tawadhu,sabar dan tetap rendah hati.
Nama terakhir yang kusematkan padamu memiliki arti ahli Al-Qur’an. “Hafizan” nama indah dan doa agar kamu bisa menjadi lelaki yang terus belajar, menghafal,mengingat dan memahami Al-Qur’an.
Aku berharap,kamu seperti apa yang kuharap kan. Menjadi lelaki yang kubanggakan. Selalu baik dan bermanfaat bagi orang lain. Juga memiliki komitmen dan potensi yang luar biasa.
Tak lupa juga kuberi nama terakhir ayahmu. Nama ini kusematkan karena dia yang akan melindungimu dari gangguan apapun di dunia ini. Dan dia juga yang mampu mencintaimu seperti aku mencintai dan menyayangimu.
“Kenzi Thabrani Hafizan Junaidi” memiliki makna Lelaki yang akan menjadi ahli Al-Qur'an dan Hadits serta menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana. memiliki arti yang luar biasa. Harapan kami sebagai orangtua. Berharap kamu seperti apa yang kami inginkan. Jadilah anak yang luar biasa seperti namamu. Yang bisa dibanggakan di dunia dan akhirat.
Tuesday, November 5, 2019
Aku Mencoba Bersabar Saat Dunia Yang Kupijak Tidak Lagi Memberikan Kenyamanan
"Sabar,suatu saat nanti kamu bakalan menang"
Ucapan itu kembali terngiang seperti roll film yang menghantui. Sungguh,aku bukan orang yang puitis tapi lebih kepada belajar pada realita. Perkataan menang itu begitu mustahil untuk kuraih. Sungguh sulit aku akan menang dalam peperangan ini.
Terkadang banyak dari mereka tak memahami apa yang aku rasakan. Mereka hanya melihat tanpa mau merasakan pesakitan yang ku derita. Sekali lagi, ini tentang kehidupan yang sebenarnya. Tentang perasaan yang berperan didalamnya. Dan juga tentang hati. Bukankah kehidupan itu mengajari kita arti dari sebuah pengalaman? Dan inilah pengalaman yang tak ingin aku lewati.
Setiap kali perkataan menyakitkan itu singgah di hatiku. Aku selalu mengelak bahwa itu salah. Nyatanya memang benar. Bagaimana bisa aku mencoba mengalihkan semuanya? Jika apa yang tampak dan bicarakan itu benar.
"Sudah berapa kali kukatakan. Aku tidak membenci hanya sekedar tidak suka"
Perasaan meradang itu kian menyapa. Membuatku menjadi bumerang untuk sekedar berfikir "bagaimana dengan keadaanku?" Terkadang,aku menangis pilu sendirian di sudut kamarku. Meratapi nasib yang tak kunjung berakhir.
Aku bukan orang baik. Betul. Aku juga bukan orang jahat. Tapi hatiku selalu meronta untuk meminta keadilan yang sama. Tidakkah ini menyakitkan?
Kesabaranku diatas ambang kemampuanku. Aku selalu merintih kesakitan dikala rasa sakit itu menyapa tanpa mau memberikan ruang sedikit untuk ku bisa bernafas. Sekali lagi,ini tidak adil.
"Benarkah Tuhan sedang menghukum ku?"
Aku yakin,Tuhan tidak sedang menghukum ku. Tapi memberikanku ruang untuk belajar bahwa "dunia ini tak seindah apa yang dibayangkan"
Sejujurnya,aku sudah lelah. Bisakah pesakitan ini berakhir. Aku juga ingin bahagia seperti yang lainnya..
Penulis : Nanik Puji Astutik
Sunday, January 6, 2019
Ibu Ajarkan Aku Untuk Bersabar. Ayah Ajarkan Aku Untuk Selalu Kuat.
(Sumber : Google)
Untuk bersabar rasanya aku tak
sanggup. Beban hidupku terlalu berat untuk ku pikul. Ia bahkan sering kali
membuatku tak nyaman dan tak tenang.
Ibu,aku ingin bertanya padamu. Apa
yang membuatmu bisa sabar? Mendidik kami dengan penuh kasih-sayang. Memberikan
yang terbaik. Bahkan engkau juga bekerja. Apa yang membuatmu bisa setegar itu
dalam mengarungi kehidupan ini? Sedangkan aku selalu mengeluh karena hidupku
tak sesuai keinginanku.
Engkau pernah berkata sambil
mengelus puncak kepalaku
"Anakku,hidup ini ibaratkan nelayan. Kamu siap berlayar dimana saja,tapi pastikan kamu punya pegangan. Dan ikan yang mengail pada pancing ibaratkan rezeki. Oleh sebab itu,ombak yang tenang dan besar akan siap menerjang siapa saja"
Aku tersenyum mengingat nasehatmu
yang penuh dengan cinta. Ternyata untuk belajar pun aku harus siap menjadi
nelayan. Terima kasih,Ibu. Hari ini aku bisa tenang karena mendapatkan petuah
cinta darimu.
Pun aku juga ingin belajar pada
Ayah. Kenapa Ayah begitu kuat menghadapi kehidupan ini? Ia yang mencari nafkah
untuk keluarga. Tak kenal hujan,panas,letih dan lelah selalu saja semangat. Apa
yang menjadi rahasiamu,Yah?
Aku teringat,Ayah pernah
memberikanku syair cinta yang justru membuatku malu karena selalu mengeluh.
"Anakku,kekuatan Ayah itu ada pada keluarganya. Ia siap melakukan apapun untuk bisa memberikan yang terbaik untuk orang dicintainya. Kamu tahu kenapa? Karena tak ada yang bisa menggantikan lelahnya Ayah selain senyuman kalian"
Aku terharu mendengarnya. Air mataku
mengalir membasahi pipiku. Rasanya aku sangat malu karena selalu mengeluh. Suka
membandingkan hidupku dengan orang lain. Padahal aku sudah lebih dari cukup.
Terima kasih,Ayah. Kalian memang yang terbaik.
Friday, December 21, 2018
Hujan,Bawalah Kenanganku Bersamaan Dengan Turunnya Dirimu.
Musim
hujan telah tiba. Banyak orang yang menyukainya namun juga ada yang tak
suka. Umpatan sering kali menghampiri saat hujan turun. Karena tidak
bisa beraktifitas seperti biasanya. Dan hujan pula selalu mengingatkan
masa lalu nyang tercipta sebagai kenangan pahit. Lalu,ada apa dengan
turunnya hujan?
Hujan selalu identik dengan perasaan sedih. Orang beranggapan “hujan mulai turun mungkin mengerti kalau aku sedang bersedih”
Turunnya hujan juga selalu identik dengan bencana alam. Mulai dari longsor,banjir,bendungan terlepas,dll. Padahal hujan sendiri sesuatu yang juga ciptaan Tuhan dengan tujuan baik. Tapi,manusia yang sering mengeluh karena turunnya air dari langit,membuatnya selalu berindentik dengan malapetaka.
“Hujan… Kau membawa kenangan yang tak ingin ku ingat. Kenapa akhir-akhir ini kau selalu turun disaat aku ingin terlelap dalam tidur malamku? Apakah kau menyuruhku untuk mengingatkan kenangan pahit yang pernah aku alami? Hujan… Setitik air yang kau turunkan memberikan efek yang luar biasa,kau selalu mendatangkan kenangan pahit. Kenapa”
Kesedihan saat hujan selalu mengantarkan pada masa lalu. Iya,kenangan yang sedih bahkan menyakitkan selalu menghantui. Ia kerap kali muncul seperti roll dalam film,menampilkan adegan yang sebenarnya ingin sekali dilupakan.
Tak ayal,kita pun sering kali menangis pilu karena mengingatnya. Perasaan sedih saat kenangan itu kembali membuat kita ingin pergi jauh. Menjauh dari sesuatu yang justru bisa mengungkit pesakitan yang sudah terkubur.
Ada kalanya kenangan itu muncul bukan karena hujan. Tapi,terbawa suasana. Saat kenangan itu muncul,ditambah suasana yang mendukung saat hujan,maka masa lalu kembali menghampiri.
Dan akan ada saatnya hujan bukan untuk membawa kenangan tapi membawa kebahagiaan. Begitu pula dengan masa lalu. Ia hanya kenangan yang justru mengajarkan kita untuk menata hati agar bisa menggapai masa depan lebih baik.
Hujan selalu identik dengan perasaan sedih. Orang beranggapan “hujan mulai turun mungkin mengerti kalau aku sedang bersedih”
Turunnya hujan juga selalu identik dengan bencana alam. Mulai dari longsor,banjir,bendungan terlepas,dll. Padahal hujan sendiri sesuatu yang juga ciptaan Tuhan dengan tujuan baik. Tapi,manusia yang sering mengeluh karena turunnya air dari langit,membuatnya selalu berindentik dengan malapetaka.
“Hujan… Kau membawa kenangan yang tak ingin ku ingat. Kenapa akhir-akhir ini kau selalu turun disaat aku ingin terlelap dalam tidur malamku? Apakah kau menyuruhku untuk mengingatkan kenangan pahit yang pernah aku alami? Hujan… Setitik air yang kau turunkan memberikan efek yang luar biasa,kau selalu mendatangkan kenangan pahit. Kenapa”
Kesedihan saat hujan selalu mengantarkan pada masa lalu. Iya,kenangan yang sedih bahkan menyakitkan selalu menghantui. Ia kerap kali muncul seperti roll dalam film,menampilkan adegan yang sebenarnya ingin sekali dilupakan.
Tak ayal,kita pun sering kali menangis pilu karena mengingatnya. Perasaan sedih saat kenangan itu kembali membuat kita ingin pergi jauh. Menjauh dari sesuatu yang justru bisa mengungkit pesakitan yang sudah terkubur.
Ada kalanya kenangan itu muncul bukan karena hujan. Tapi,terbawa suasana. Saat kenangan itu muncul,ditambah suasana yang mendukung saat hujan,maka masa lalu kembali menghampiri.
Dan akan ada saatnya hujan bukan untuk membawa kenangan tapi membawa kebahagiaan. Begitu pula dengan masa lalu. Ia hanya kenangan yang justru mengajarkan kita untuk menata hati agar bisa menggapai masa depan lebih baik.
Saturday, November 24, 2018
Destinasi Hutan Mangrove Di Pantai Dubibir
Pantai Dubibir saat ini menjadi perbincangan dikalangan penikmat wisata di Besuki dan sekitarnya. Pantai ini banyak menyuguhkan banyak hal. Mulai dari jalanan yang menuju ke pantai menggunakan papan kayu (jembatan kayu),tulisan-tulisan perasaan khas anak muda,tempat duduk yang latarnya menggunakan bentuk love warna merah,dll. Dan selama kita berjalan menuju pantai,kita akan disuguhkan hutan lebat Mangrove.
Hutan lebat Mangrove bisa kita lihat dari foto ini. Dan pemandangan ini nampak kita lihat sebelum masuk lokasi. Ini hanya tampilan depannnya saja,, indah bukan?
Awal masuk kita akan melihat papan kayu sepanjang kurang lebih 100 meter. Sebagai pijakan untuk sampai ke pantai
Dan kalian bisa berfoto disini dengan gaya kecceh...
Untuk belokan pertama kita akan mendapatkan latar cantik berbentuk LOVE berwarna merah. Dan ini sangat cocok buat dijadikan foto bagi kalian yang memadu kasih...
Dan latar selanjutnya akan kita lihat tulisan bernama Dubibir dengan warna-warni.
Kurang lebih 10 meter dari latar foto dubibir,kita akan disuguhkan pemandangan indah pantai Dubibir yang cantik dan mempesona...
Bisa naik ayunan juga disana
Pantai Dubibir berada di Desa Ketah,Kecamatan Suboh,Kab. Situbondo. Dari terminal Besuki bisa sampai 5 Km. Disana kita akan melihat pantai indah dan juga sunset. Jngan lupa membuang sampah pada tempatnya dan membawa kamera yang bagus juga, hihihi
Friday, October 12, 2018
CEMBURU MENGURAS BAK MANDI
Perasaan kesalku merambah hampir ke seluruh persendianku. Aku tidak tahu, entah kenapa rasa ingin meneriaki atau mencacinya lebih mendominan. Tapi,tidak etis kan melakukan hal itu hanya untuk mencari pembelaan diri? Karena itu bukan typeku.
Aku menulis ini bukan karena sudah merasa baik,tidak. Tapi,sebagai ungkapan rasa kecewaku kepada seseorang yang mungkin sedang membacanya.
Bagaimana ya aku memulainya? Ahh,aku begitu bingung sekali. Tetapi,ini harus kulakukan agar merasa lebih lega.
Memulai dari perasaan cemburu atau bahasa bekennya Jealous. Cemburu ini salah satu sifat fitrah manusia. Hal ini karena memang tabiatnya manusia memiliki perasaan,salah satunya yang akan aku bahas adalah cemburu.
"Pernahkah nggak sih cemburu?"
Pernah. Aku pernah cemburu. Nah,cemburu memiliki dua type. Cemburu pada kebaikan dan cemburu pada kejelekan. Kalau cemburu pada kebaikan dan bisa menghasilkan keharmonisan diperbolehkan. Tetapi,jika cemburu tak berlandasan akan memicu peperangan,persaiangan,tanpa alasan dll. Kalau ini jangan ditiru. Selain bisa memecahkan juga bisa saling tidak suka dan membenci.
"Cemburu itu kata sayang"
Tentu. Ummatul mu'minin Aisyah saja bisa cemburu pada Siti Khadijah. Lalu bagaimana dengan kita yang hanya manusia akhir jaman?
Cemburu adalah kata sayang tapi juga malapetaka. Kok bisa menjadi malapetaka? Karena cemburu yang berlebihan menjadikan manusia akan bersikap posesif. Dikit-dikit dicurigai,kesana-kesini tidak boleh,dibuntuti,diintai,dijaga,bahkan bisa mengalahkan keamanan kepresidenan. Benerkan?
Pasangan juga jenuh karena ia butuh privasi yang bisa digunakan untuk berfikir,merenung,intropeksi,belajar dan hal baik lainnya. Kalau sedikit-dikit cemburu,melarang dan dibuntuti,ini bukan lagi namanya cinta atau sayang tetapi posesif dan menyalahkan aturan.
Sikap cemburu kalau bisa dijauhi. Tetapi,perlu juga dipelihara. Karena ada ungkapan "Cemburumu adalah rasa cinta dan sayangmu" maka,cemburu yang demikian harus dipelihara.
Namun,apabila cemburu pada saudara,ipar,keponakan karena melakukan percakapan,bercanda,tertawa bersama ini hal yang menurutku tidak wajar. Selain meresahkan,ini juga bisa memicu perpecahan saudara. Benerkan?
Rasa tak nyaman saat bersama akan sering kali menghantui. Jadi,cemburu seperti ini kalau bisa dijauhkan. Ya,alangkah baiknya kalau kita sering mencemburui hal baik. Semisal,pada orang yang taat beribadah,sedekah,punya anak yang sholeh dan sholehah dan pasangan yang menjaga dan sholeh/ah.
Biasanya orang pencemburuan sering sakit hati. Karena hatinya yang selalu berfikir negatif bisa mengakibatkan ketahanan tubuh menurun. Kanker liver bukan karena hanya makanannya saja yang salah tapi juga pola fikir. Salah satu pemicunya bisa dengan cemburu ini.
Orang yang memiliki perasaan cemburu mudah muram,wajahnya tak bersahabat,sering kali kesal,membenci,tak suka bahkan berakibat rambut rontok karena sering banyak fikiran.
Berapa banyak manusia berpisah karena perasaan cemburu? Cemburu bukan pada tempatnya sering kali menyapa. Ia seperti belatung,perlahan-lahan memakannya,menghabisinya bahkan menjadi parasit dalam tubuh. Betulkan?
Subscribe to:
Posts (Atom)


















